LABORATORIUM
MIKROKONTROLLER SEMESTER 4
Percobaan V : ADC 0804
Dosen Pembimbing
:Benny,ST.MT
1.
Tujuan Percobaan
A. Memahami rangkaian interface
Mikrokontroller 89S51 dengan ADC 0804
B. Memahami perhitungan
tegangan resolusi ADC
C. Membuat pengukur suhu
ruang dengan sensor suhu LM 35
2.
Alat yang Digunakan : Komponen
yang diperlukan:
A.
Power Supply 5 V 1.
IC ADC 0804
B. Kabel
DB 25 / serial / USB 2. IC LM324
C. PC
Pentium4 / Laptop 3.Sensor
suhu LM 35
D. Modul
mikrokontroler AT89S51 (Downloader) 4. Potensio meter 10kΩ
E. Protoboard
3.
Landasan Teori
ADC
(Analog to Digital Converter) adalah suatu rangkaian pengubah informasi dari
tegangan analog ke digital. A/D Converter ini dapat dipasang sebagai
pengonversi tegangan analog dari suatu peralatan sensor ke konfigurasi digital
yang akan diumpankan ke suatu sistem minimum.Konverter A/D tersedia secara komersial sebagai
rangkaian terpadu dengan resolusi 8 bit sampai dengan 16 bit. Pada percobaan
ini akan memperkenalkan ADC0804, yaitu sebagai sebuah konverter A/D 8 bit yang
mudah diinterfacekandengan sistem mikrokontroller. A/D ini menggunakan metode
approksimasi berturut-turut untuk mengkonversikan masukan analog (0-5V) menjadi
data digital 8 bit yang ekivalen. ADC0804 mempunyai pembangkit clock internal
dan memerlukan catu daya +5V dan mempunyai waktu konversi optimum sekitar
100us.
Diagram konfigurasi pin ADC0804 ditunjukkan pada gambar diatas. Pin 11 sampai 18 ( keluaran digital )
adalah keluaran tiga keadaan, yang dapat dihubungkan langsung dengan bus data
bilamana diperlukan. Apabila CS ( pin 1 ) atau RD (pin2) dalam keadaan high
(“1”), pin 11 sampai 18 akan mengambang ( high impedanze ), apabila CS dan RD
rendah keduanya, keluaran digital akan muncul pada saluran keluaran.
Sinyal mulai konversi pada WR (pin 3). Untuk memulai suatu konversi, CS harus rendah. Bilamana WR menjadi rendah, konverter akam mengalami reset, dan ketika WR kembali kepada keadaan high, konversi segera dimulai.
Konversi detak konverter harus terletak dalam daereh frekuensi 100 sampai 800kHz. CLK IN ( pin 4) dapat diturunkan dari detak mikrokontroller, sebagai kemungkinan lain, kita dapat mempergunakan pembangkit clock internal dengan memasang rangkaian RC antara CLN IN ( pin 4) dan CLK R ( pin 19).
Pin 5 adalah saluran yang digunakan untuk INTR, sinyal selesai konversi. INTR akan menjadi tinggi pada saat memulai konversi, dan akan aktiv rendah bila konversi telah selesai. Tepi turun sinyal INTR dapat dipergunakan untuk menginterupsi sistem mikrokontroller, supaya mikrokontroller melakukan pencabangan ke subrutine pelayanan yang memproses keluaran konverter.
Pin 6 dan 7 adalah masukan diferensial bagi sinyal analog. A/D ini mempunyai dua ground, A GND (pin 8) dan D GND ( pin10). Kedua pin ini harus dihubungkan dengan ground. Pin 20 harus dihubungkan dengan catu daya +5V
A/D ini mempunyai dua buah ground, A GND ( pin 8 ) dan D GND ( pin 10). Keduanya harus dihubungkan dengan catu daya, sebesar +5V.
Pada A/D 0804 merupakan tegangan referensi yang digunakan untuk offset suatu keluaran digital maksimum. Dengan persamaan sebagai berikut:
Sinyal mulai konversi pada WR (pin 3). Untuk memulai suatu konversi, CS harus rendah. Bilamana WR menjadi rendah, konverter akam mengalami reset, dan ketika WR kembali kepada keadaan high, konversi segera dimulai.
Konversi detak konverter harus terletak dalam daereh frekuensi 100 sampai 800kHz. CLK IN ( pin 4) dapat diturunkan dari detak mikrokontroller, sebagai kemungkinan lain, kita dapat mempergunakan pembangkit clock internal dengan memasang rangkaian RC antara CLN IN ( pin 4) dan CLK R ( pin 19).
Pin 5 adalah saluran yang digunakan untuk INTR, sinyal selesai konversi. INTR akan menjadi tinggi pada saat memulai konversi, dan akan aktiv rendah bila konversi telah selesai. Tepi turun sinyal INTR dapat dipergunakan untuk menginterupsi sistem mikrokontroller, supaya mikrokontroller melakukan pencabangan ke subrutine pelayanan yang memproses keluaran konverter.
Pin 6 dan 7 adalah masukan diferensial bagi sinyal analog. A/D ini mempunyai dua ground, A GND (pin 8) dan D GND ( pin10). Kedua pin ini harus dihubungkan dengan ground. Pin 20 harus dihubungkan dengan catu daya +5V
A/D ini mempunyai dua buah ground, A GND ( pin 8 ) dan D GND ( pin 10). Keduanya harus dihubungkan dengan catu daya, sebesar +5V.
Pada A/D 0804 merupakan tegangan referensi yang digunakan untuk offset suatu keluaran digital maksimum. Dengan persamaan sebagai berikut:
Misalnya anda menginginkan masuk analog maksimum sebesar 4 V, maka:
Vref=0.5 x 4 = 2 volt
4.
Percobaan
A.
Percobaan Pengukuran suhu
ruangan menggunakan sensor suhu LM35 dan Penguat LM 324
5.
Cara Melakukan Percobaan
A.
Pada saat langkah pemrograman posisikan saklar togle ke
posisi PROG
B.
Posisikan saklar togle ke RUN untuk mengaktifkan ADC0804
CS=0
C.
Hubungkan modul Mikrokontroller Trainer dengan power supply
+5V
D.
Hubungkan modul Mikrokontroller Trainer dengan rangkaian
programmer
E.
Buka Program M-IDE Studio for
MCS-51, sebagai editor dan compiler program
F.
Dan amati hasilnya.
6.
Pembahasan Hardware dan
Software
Pada
sensor suhu LM 35 mempunyai 3 kaki yaitu Vcc, ground, dan output. Sensor suhu
LM35 ini menghasilkan output sebesar 10mv/0° dimana output sensor Lm35
dihubungkan ke Vin(+) ADC 0804. Sedangkan tegangan di Vin(+) harus menerima
minimal sebesar 19,6mV sehingga dibutuhkannya penguat tegangan dari op-amp.Oleh
karena tegangan output sensor suhu LM35 sebesar 10mv maka dibutuhkan penguat
1,96 kali, maka kita menggunakan penguat non inverting ( Vo = 1 +Rf/Ri). Jika sensor suhu menunjukkan
angka 25 maka di seven segmen akan menghasilkan angka 25 juga.
Berikut
ini adalah rangkaian Sensor LM35, Penguat dan ADC 0804 (Gambar 1) serta ke
mikrokontroler (Gambar 2) :
Gambar 2
Berikut ini adalah programnya :
ORG
0H
LOMPAT :
CLR P3.5 (berikan
logik 0 pd P3.5/aktifkan ADC)
CLR P3.3 (start
convertion)
SETB P3.3 (beri
logik 1 pada WR/P3.3)
X: JB P3.2,X (lompat
P3.2/INTR ke X jika berlogik 1)
CLR P3.4 (beri
logik 0 pd P3.4/RD untuk baca data)
MOV A,P2 (kopikan
data P2 ke Akumulator)
SETB P3.4 (beri
logik 1 pada RD)
SETB P3.5 (beri
logik 1 pada CS)
Prog.Hex to Desimal:
DIV AB (bagi A dengan B & hasilnya di
simpan di A serta sisanya di B)
SWAP A (geser 4 bit dalam Akumulator)
ADD
A,B (tambahkan A dengan B)
MOV P0,A (pindahkan data di A ke P0)
SJMP LOMPAT (lompat
ke label LOMPAT)
END
7.
Kesimpulan
-
Tidak semua penguat dapat
digunakan untuk membuat rangkaian pengatur suhu ruangan dengan menggunakan
sensor LM35.
-
Vref ADC 0804 harus sebesar 0,5
Vcc.
-
Tegangan di Vin(+) harus
menerima minimal sebesar 19,6mV
-
Pada Penguat harus diberikan
V+saturasi dan V- saturasi sebesar ±12V.



